Selasa, 28 Juli 2009

Diam adalah Emas

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Pepatah ini pasti sudah tak asing lagi bagi sebagian masyarakat Indonesia. Diam adalah emas. Bukan berarti disini kita disuruh ngga usah kerja lantas bisa kehujanan emas dari langit. Melainkan lebih kearah pengendalian lidah tak bertulang. Lebih baik nda usah bicara, gitulah kasarnya arti dari diam adalah emas.

Dan sayangnya aku baru mengerti pepatah ini sekarang. Seharusnya aku tak berkomentar apa pun ketika emosi sedang berada diubun-ubun. Walhasil, komentarku berbuntut buntut lagi. Walah... beneran nda kepikiran menganggap aku lebih smart dari orang lain. Tapi, yah begitulah... wajar memang karena tulisanku memang menyiratkan aku lebih pintar dari orang lain. Mau ku ralat sudah tak mungkin karena sudah terbaca. So... mesti ngapain juga aku bingung. Dan kupikir kini hanya ada dua jalan, permohonan maaf sekiranya postinganku menyinggungmu dan keep silent jak. Cukup jadi pendengar yang baik. Gittu kali yahhhhh.

Sabtu, 25 Juli 2009

Ternyata Angga juga manusia... Hihihi Dudut

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Yihaaaaa... ternyata Angga juga manusia, bukan Setan yang kerjaan tertawa ngakak atau teriak sejadi-jadinya kena azab *nda mau ngaku setan mode on*. Juga bukan malaikat yang selalu tunduk pada perintah Allah, senantiasa berzikir. *pernah jadi malaikat, sedetik. hihi, kali lah* Yang jelas Angga manusia yang punya hati. Beuh gayaaaaaaaa.

Dikit gaya nda ape kali. Jelas Angga memang punya hati. Hati jantung dan hati liver. Wew. Neh, hati yang ada di dalam dada. Gitu kata Allah, berarti jantung dunk. Segumpal daging dalam dada, yang jika baik maka baiklah seluruhnya yang jika buruk maka buruklah seluruhnya. Maka tak heran, ketika seseorang merasakan sesuatu........ tettt. Sesuatu apa? Apa coba hayo... Pokoknye yang dirase sesak tuh dada, kena serangan jantung benaran yang berdegup adalah jantung, yang sesak itu jantung. Kena serangan jantung ala romantisme pun yang berdegup jantung, yang sesak jantung. Tapi nda pernah dibilang sesak jantung, mesti bilangnye sesak dada. Dan biasenye nda serangan jantung ala Kakek-kakek, ataupun serangan jantung ala anak mude... ciehhh, selalu diiringi dengan rasa sakit, syukur2 bise nahan sakit nda keluar air mate, nih ade yang keluar air mate. Hehehe. Aneh. Memang aneh. Tapi yang lebih aneh lagi ini. Uh ape jak Tuhan nih, belum jelas yang satu dah datang yang satu. Na' nguji kesungguhan Angga keh atau na' nunjukkan. Gitulah kasarnye hati nih ingin bertanya kepada Tuhanku yang Maha Pengasih.

Well then, pikiran pun mulai bekerja. Back to fitrah Angga. Gitu katenye. Ye lah dah balik ke fitrah. Follow your heart. Dan selalu berdoa semoga kata hati ini adalah kata Tuhanku. Bukan kataku. Tit....... stop, dah adzan. Off dulu. Dadah.... hehe sape jak di dadahkan.

Jumat, 24 Juli 2009

Kata hati

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Ya Allah bimbinglah aku agar apa yang aku tulis tidak menyesatkan.

Perbincangan di malam Jum'at yang dingin namun terasa hangat walau berjauhan, mungkin dikarenakan ada sesuatu yang tersimpan di dalam hati yang sanggup mengubah dingin menjadi hangat. Yah, hati sanggup mengubah kebekuan menjadi cair, walau tanpa kata-kata kebekuan itu terasa hangat. Dan sebaliknya, dalam sekejap hati bisa berubah menjadi dingin, beku, penuh dengan amarah. Itulah refleksi diri manusia sesungguhnya. Apa dan bagaimana manusia itu, ada pada hatinya. Namun hati adalah tempat yang sangat tertutup bahkan ada sang pemilik hati yang tidak dapat mengetahui apa sesungguhnya isi hatinya.

Perbincangan tentang mimpi dan cita cinta. Perbincangan tentang bagaimana caranya agar mimpi dan cita cinta bisa terwujud. Sebuah perbincangan tentang perjalanan cita cinta yang cukup panjang. Aral didepan yang sudah tertebak belum ditemukan jalan keluarnya, entah bagaimana dengan aral yang tersembunyi. Melangkah sambil terus berharap agar langkah ini semata-mata karena keinginan Sang Khaliq bukan keinginan diri sendiri. Dan ketika diri sudah yakin bahwa langkah ini adalah kehendak-Nya maka diri pun sanggup menguatkan mental bahwa aral pasti terlewati dengan baik.
Mimpi dan cita cinta sering membutakan hati akan keberadaan Sang Khaliq, ego diripun mulai menunjukkan jatinya seakan-akan berkata, "Aku adalah kebenaran". Namun, satu hal yang aku yakini, sebuta apa pun mata hati, sedigdaya apa pun ego, hati tak pernah bisu. Hati tak pernah bisu akan fitrahnya. Fitrahnya untuk menjadi hamba Tuhan yang utuh, berpijak pada kebenaran walau jasad sering membuat kerusakan.

Seorang laki-laki hidup dan menafkahi keluarganya dari harta yang diperoleh secara tidak benar. Ia selalu saja menggaungkan Tuhan lebih tahu aku cari uang untuk keluarga. Pahalanya lebih besar. Namun, ketika ia dalam keadaan sekarat, sontak ia memohon ampun kepada istri dan anak-anaknya karena telah menafkahi mereka dari jalan yang dimurkai Allah. Inilah kata hati manusia, ia akan selalu kembali kepada fitrah manusia yaitu menjadi hamba Tuhan yang utuh.

Seorang ayah yang semasa hidupnya selalu merampok dan membunuh, ketika menjelang ajal, ia berwasiat kepada keluarganya agar mayitnya dibakar dan abunya diterbangkan di gunung tertinggi, sehingga abu itu akan terbang terbawa angin ke segala penjuru agar malaikat tak dapat menjamah jasadnya untuk dihisab di alam kubur.

Itulah fitrah manusia, meski ia melakukan sesuatu yang ia anggap benar, namun ada yang lebih benar menurut kata hatinya, dan biasanya kata hati selalu kembali kepada fitrah penciptaan manusia.

Apa yang telah engkau putuskan meski tampak menyakitkan tapi jika engkau yakin itu adalah suara hatimu, maka yakinlah itu yang baik. Bangkitlah dari keterpurukan penyesalan, karena jika engkau masih menyesali apa yang telah engkau putuskan, maka itu bukanlah yang terbaik yang engkau putuskan melainkan ego telah menguasai dirimu

Sebuah harapan

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Kembali bercengkrama dengan NetRemix yang kutinggalkan begitu lama. Ku pikir masih terdapat bugs yang harus diperbaiki terutama driver adapter wifinya. Karena seringnya host unreachable di tengah2 perjalanan. Pusing yang melandaku, kembali dan kembali lagi. Sepertinya aku kurang memperhatikan kesehatanku sejak aku terjun ke dunia nyata yang bagaikan mimpi bagiku. Dari bobot 58 kg, tanpa diet dan minum obat-obatan pelangsing seperti yang selalu ku lakukan semasa SPRG dan kuliah, akhirnya aku dapat menurunkan berat badanku yang aku sendiri tak sadar berat badanku turun begitu jauh, 43 kg. Semestinya masih ideal untuk orang setinggi aku, namun keluarga dan teman2ku selalu berkata aku terlalu kurus. Yah, ternyata 43 itu tidak lebih dari berat tulang yang memonopolinya. Maka tampak badanku seperti tulang dibalut kulit.

Hari ini, pusing itu masih melandaku. Ngambang entahlah. Check up yang ku jadualkan ingin kulakukan tak terlaksana karena malas. Apa yang kurasakan di Jumat yang agung ini? Perbincangan dengan seseorang di Kamis malamnya hingga dini hari memasuki Jumat agung, tentang sebuah harapan, cita-cinta, mimpi, membuat terbangun di pagi hari dan langsung berdoa kepada Allah swt dengan penuh pengharapan, apa pun yang terjadi kemarin dan hari ini, selanjutnya adalah yang terbaik dariNya. Cita cintaku, aku yakin Allah mengasihiku. Itu yang lebih utama bagiku, karena sering aku merasa cemas jika sesuatu yang kujalani ini menuruti nafsuku maka aku akan celaka, aku takut ditinggal olehNya. Apakah aku orang yang pasrah? Tidak, aku bukan orang yang pasrah. Aku tidak akan berserah pada hidup tanpa berbuat apa pun. Gejolak kerinduan membuncah dalam dada, teror dari orang-orang yang menyayangiku, dan status diriku yang kodrati perempuan banyak mempengaruhi cara berpikir dan bertindakku. Namun aku harus berusaha menguasai nafsu diriku, aku ingin benar-benar cita cintaku berjalan karena Allah semata. Aku punya cara tersendiri untuk mempertahankan cita cintaku dan aku yakin caraku ini akan terbaca oleh orang yang benar benar mengasihiku karena Allah. Aku tak ingin cita cintaku berjalan diatas kebimbangan walau hanya setitik. Karena itu akan menghancurkan seluruh sendi cintaku. Seperti pepatah berkata "Karena nila setitik, rusak susu sebelanga". Aku ingin cita cintaku, kerinduanku berjalan tanpa ada kebimbangan sedikitpun.

Kamis, 16 Juli 2009

Menulis saja

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Sepertinya sudah lama tidak menulis. Dulu saat mulai membangun blog di http://anggareni.speedykalbar.com, angga memasang target minimal 1 hari 1 tulisan dapat dipublikasikan. Tapi, sejak http://speedykalbar.com mati, semangat menulis pun menjadi lemah. Padahal angga punya banyak blog-blog lain semisal di blogspot. Entahlah, Angga rasanya bukan hanya karena downnya server speedykalbar tapi ada yang lain membuat Angga tidak semangat. Tidak semangat untuk mengoprek software-software yang sering kali Angga lakukan.

Yah, begitulah. Terasa lelah dan tidak semangat. Ketika orang lain bisa tersenyum melihat yang disayanginya bahagia, Angga tidak bisa. Ketika orang lain berusaha untuk membahagiakan orang yang disayangnya, Angga justru tak melakukan apa pun. Hal yang sederhana bahkan tak membutuhkan biaya sekalipun tak bisa Angga lakukan untuk mereka.
Ada sesuatu yang mengganjal di hatiku. Angga bertanya mengapa? Hingga hari ini tak ada jawabannya. Perjalanan dari awal tahun hingga hari ini, Angga rasakan seperti mimpi. Apakah ini nyata ataukah ini mimpi. Harapan akan masa depan yang tergambar jelas. Pantaskah Angga? Angga ingin sekali kembali semangat seperti dulu. Ingin sekali. Ya Allah........ kemanakah perginya???????

Minggu, 05 Juli 2009

Etika Keperawatan

Bismillaahirrahmaanirrahiim

"dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya." (QS 2:2)

Dengan demikian mengobati serta merawat orang sakit adalah termasuk tugas mulia dari sekian banyak tugas-tugas atau pekerjaan mulia lainnya. Bahkan jika menurut QS Al-Maidah di atas maka mengobati dan merawat termasuk perbuatan ibadah berupa tolong menolong terhadap sesama.

Sebagai perbuatan ibadah maka tugas mulia ini sedemikian rupa harus memenuhi syarat-syarat terkabulnya ibadah yaitu IKHLAS dan SESUAI dengan TUNTUNAN RASULULLAH SAW. Kalau tidak maka sia-sialah pekerjaan tersebut, kelak di akhirat tidak akan mendapat buahnya. Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran:


"Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, Maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun." (QS An-Nisa: 124)

Pada ayat ini Allah swt mensyaratkan suatu AMALAN SHOLIH akan dibalas dengan surga bila dilandasi dengan keimanan dan ikhlas sebagai intisarinya (1). Adapun yg dimaksud dengan amal sholih adalah amal yang sesuai dengan tuntuna Rasulullah saw (2). Dan dalam sebuah hadits shohih riwayat Imam Muslim dari Aisyah ra. Rasulullah saw bersabda:

"Barang siapa yang melakukan amal yang tidak ada sandaran hukumnya dalam agama ini maka ia tertolak"