Tampilkan postingan dengan label Ruang Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ruang Hati. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juli 2009

Diam adalah Emas

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Pepatah ini pasti sudah tak asing lagi bagi sebagian masyarakat Indonesia. Diam adalah emas. Bukan berarti disini kita disuruh ngga usah kerja lantas bisa kehujanan emas dari langit. Melainkan lebih kearah pengendalian lidah tak bertulang. Lebih baik nda usah bicara, gitulah kasarnya arti dari diam adalah emas.

Dan sayangnya aku baru mengerti pepatah ini sekarang. Seharusnya aku tak berkomentar apa pun ketika emosi sedang berada diubun-ubun. Walhasil, komentarku berbuntut buntut lagi. Walah... beneran nda kepikiran menganggap aku lebih smart dari orang lain. Tapi, yah begitulah... wajar memang karena tulisanku memang menyiratkan aku lebih pintar dari orang lain. Mau ku ralat sudah tak mungkin karena sudah terbaca. So... mesti ngapain juga aku bingung. Dan kupikir kini hanya ada dua jalan, permohonan maaf sekiranya postinganku menyinggungmu dan keep silent jak. Cukup jadi pendengar yang baik. Gittu kali yahhhhh.

Sabtu, 25 Juli 2009

Ternyata Angga juga manusia... Hihihi Dudut

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Yihaaaaa... ternyata Angga juga manusia, bukan Setan yang kerjaan tertawa ngakak atau teriak sejadi-jadinya kena azab *nda mau ngaku setan mode on*. Juga bukan malaikat yang selalu tunduk pada perintah Allah, senantiasa berzikir. *pernah jadi malaikat, sedetik. hihi, kali lah* Yang jelas Angga manusia yang punya hati. Beuh gayaaaaaaaa.

Dikit gaya nda ape kali. Jelas Angga memang punya hati. Hati jantung dan hati liver. Wew. Neh, hati yang ada di dalam dada. Gitu kata Allah, berarti jantung dunk. Segumpal daging dalam dada, yang jika baik maka baiklah seluruhnya yang jika buruk maka buruklah seluruhnya. Maka tak heran, ketika seseorang merasakan sesuatu........ tettt. Sesuatu apa? Apa coba hayo... Pokoknye yang dirase sesak tuh dada, kena serangan jantung benaran yang berdegup adalah jantung, yang sesak itu jantung. Kena serangan jantung ala romantisme pun yang berdegup jantung, yang sesak jantung. Tapi nda pernah dibilang sesak jantung, mesti bilangnye sesak dada. Dan biasenye nda serangan jantung ala Kakek-kakek, ataupun serangan jantung ala anak mude... ciehhh, selalu diiringi dengan rasa sakit, syukur2 bise nahan sakit nda keluar air mate, nih ade yang keluar air mate. Hehehe. Aneh. Memang aneh. Tapi yang lebih aneh lagi ini. Uh ape jak Tuhan nih, belum jelas yang satu dah datang yang satu. Na' nguji kesungguhan Angga keh atau na' nunjukkan. Gitulah kasarnye hati nih ingin bertanya kepada Tuhanku yang Maha Pengasih.

Well then, pikiran pun mulai bekerja. Back to fitrah Angga. Gitu katenye. Ye lah dah balik ke fitrah. Follow your heart. Dan selalu berdoa semoga kata hati ini adalah kata Tuhanku. Bukan kataku. Tit....... stop, dah adzan. Off dulu. Dadah.... hehe sape jak di dadahkan.

Jumat, 24 Juli 2009

Kata hati

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Ya Allah bimbinglah aku agar apa yang aku tulis tidak menyesatkan.

Perbincangan di malam Jum'at yang dingin namun terasa hangat walau berjauhan, mungkin dikarenakan ada sesuatu yang tersimpan di dalam hati yang sanggup mengubah dingin menjadi hangat. Yah, hati sanggup mengubah kebekuan menjadi cair, walau tanpa kata-kata kebekuan itu terasa hangat. Dan sebaliknya, dalam sekejap hati bisa berubah menjadi dingin, beku, penuh dengan amarah. Itulah refleksi diri manusia sesungguhnya. Apa dan bagaimana manusia itu, ada pada hatinya. Namun hati adalah tempat yang sangat tertutup bahkan ada sang pemilik hati yang tidak dapat mengetahui apa sesungguhnya isi hatinya.

Perbincangan tentang mimpi dan cita cinta. Perbincangan tentang bagaimana caranya agar mimpi dan cita cinta bisa terwujud. Sebuah perbincangan tentang perjalanan cita cinta yang cukup panjang. Aral didepan yang sudah tertebak belum ditemukan jalan keluarnya, entah bagaimana dengan aral yang tersembunyi. Melangkah sambil terus berharap agar langkah ini semata-mata karena keinginan Sang Khaliq bukan keinginan diri sendiri. Dan ketika diri sudah yakin bahwa langkah ini adalah kehendak-Nya maka diri pun sanggup menguatkan mental bahwa aral pasti terlewati dengan baik.
Mimpi dan cita cinta sering membutakan hati akan keberadaan Sang Khaliq, ego diripun mulai menunjukkan jatinya seakan-akan berkata, "Aku adalah kebenaran". Namun, satu hal yang aku yakini, sebuta apa pun mata hati, sedigdaya apa pun ego, hati tak pernah bisu. Hati tak pernah bisu akan fitrahnya. Fitrahnya untuk menjadi hamba Tuhan yang utuh, berpijak pada kebenaran walau jasad sering membuat kerusakan.

Seorang laki-laki hidup dan menafkahi keluarganya dari harta yang diperoleh secara tidak benar. Ia selalu saja menggaungkan Tuhan lebih tahu aku cari uang untuk keluarga. Pahalanya lebih besar. Namun, ketika ia dalam keadaan sekarat, sontak ia memohon ampun kepada istri dan anak-anaknya karena telah menafkahi mereka dari jalan yang dimurkai Allah. Inilah kata hati manusia, ia akan selalu kembali kepada fitrah manusia yaitu menjadi hamba Tuhan yang utuh.

Seorang ayah yang semasa hidupnya selalu merampok dan membunuh, ketika menjelang ajal, ia berwasiat kepada keluarganya agar mayitnya dibakar dan abunya diterbangkan di gunung tertinggi, sehingga abu itu akan terbang terbawa angin ke segala penjuru agar malaikat tak dapat menjamah jasadnya untuk dihisab di alam kubur.

Itulah fitrah manusia, meski ia melakukan sesuatu yang ia anggap benar, namun ada yang lebih benar menurut kata hatinya, dan biasanya kata hati selalu kembali kepada fitrah penciptaan manusia.

Apa yang telah engkau putuskan meski tampak menyakitkan tapi jika engkau yakin itu adalah suara hatimu, maka yakinlah itu yang baik. Bangkitlah dari keterpurukan penyesalan, karena jika engkau masih menyesali apa yang telah engkau putuskan, maka itu bukanlah yang terbaik yang engkau putuskan melainkan ego telah menguasai dirimu

Sebuah harapan

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Kembali bercengkrama dengan NetRemix yang kutinggalkan begitu lama. Ku pikir masih terdapat bugs yang harus diperbaiki terutama driver adapter wifinya. Karena seringnya host unreachable di tengah2 perjalanan. Pusing yang melandaku, kembali dan kembali lagi. Sepertinya aku kurang memperhatikan kesehatanku sejak aku terjun ke dunia nyata yang bagaikan mimpi bagiku. Dari bobot 58 kg, tanpa diet dan minum obat-obatan pelangsing seperti yang selalu ku lakukan semasa SPRG dan kuliah, akhirnya aku dapat menurunkan berat badanku yang aku sendiri tak sadar berat badanku turun begitu jauh, 43 kg. Semestinya masih ideal untuk orang setinggi aku, namun keluarga dan teman2ku selalu berkata aku terlalu kurus. Yah, ternyata 43 itu tidak lebih dari berat tulang yang memonopolinya. Maka tampak badanku seperti tulang dibalut kulit.

Hari ini, pusing itu masih melandaku. Ngambang entahlah. Check up yang ku jadualkan ingin kulakukan tak terlaksana karena malas. Apa yang kurasakan di Jumat yang agung ini? Perbincangan dengan seseorang di Kamis malamnya hingga dini hari memasuki Jumat agung, tentang sebuah harapan, cita-cinta, mimpi, membuat terbangun di pagi hari dan langsung berdoa kepada Allah swt dengan penuh pengharapan, apa pun yang terjadi kemarin dan hari ini, selanjutnya adalah yang terbaik dariNya. Cita cintaku, aku yakin Allah mengasihiku. Itu yang lebih utama bagiku, karena sering aku merasa cemas jika sesuatu yang kujalani ini menuruti nafsuku maka aku akan celaka, aku takut ditinggal olehNya. Apakah aku orang yang pasrah? Tidak, aku bukan orang yang pasrah. Aku tidak akan berserah pada hidup tanpa berbuat apa pun. Gejolak kerinduan membuncah dalam dada, teror dari orang-orang yang menyayangiku, dan status diriku yang kodrati perempuan banyak mempengaruhi cara berpikir dan bertindakku. Namun aku harus berusaha menguasai nafsu diriku, aku ingin benar-benar cita cintaku berjalan karena Allah semata. Aku punya cara tersendiri untuk mempertahankan cita cintaku dan aku yakin caraku ini akan terbaca oleh orang yang benar benar mengasihiku karena Allah. Aku tak ingin cita cintaku berjalan diatas kebimbangan walau hanya setitik. Karena itu akan menghancurkan seluruh sendi cintaku. Seperti pepatah berkata "Karena nila setitik, rusak susu sebelanga". Aku ingin cita cintaku, kerinduanku berjalan tanpa ada kebimbangan sedikitpun.

Kamis, 16 Juli 2009

Menulis saja

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Sepertinya sudah lama tidak menulis. Dulu saat mulai membangun blog di http://anggareni.speedykalbar.com, angga memasang target minimal 1 hari 1 tulisan dapat dipublikasikan. Tapi, sejak http://speedykalbar.com mati, semangat menulis pun menjadi lemah. Padahal angga punya banyak blog-blog lain semisal di blogspot. Entahlah, Angga rasanya bukan hanya karena downnya server speedykalbar tapi ada yang lain membuat Angga tidak semangat. Tidak semangat untuk mengoprek software-software yang sering kali Angga lakukan.

Yah, begitulah. Terasa lelah dan tidak semangat. Ketika orang lain bisa tersenyum melihat yang disayanginya bahagia, Angga tidak bisa. Ketika orang lain berusaha untuk membahagiakan orang yang disayangnya, Angga justru tak melakukan apa pun. Hal yang sederhana bahkan tak membutuhkan biaya sekalipun tak bisa Angga lakukan untuk mereka.
Ada sesuatu yang mengganjal di hatiku. Angga bertanya mengapa? Hingga hari ini tak ada jawabannya. Perjalanan dari awal tahun hingga hari ini, Angga rasakan seperti mimpi. Apakah ini nyata ataukah ini mimpi. Harapan akan masa depan yang tergambar jelas. Pantaskah Angga? Angga ingin sekali kembali semangat seperti dulu. Ingin sekali. Ya Allah........ kemanakah perginya???????

Minggu, 28 Juni 2009

1/4 abad + 1

Bismillaahirrahmaanirrahiim

28 Juni 2009, 1/4 abad + 1, ternyata sudah sampai dititik ini perjalanan hidupku. Entah apa yang telah kuperbuat untuk diriku, ibuku, ayahku, saudara-saudaraku, keluargaku, teman-temanku. Untuk Sang Rahmatan lil'alamin, dan Tuhanku. Aku tidak tahu seberapa majunya aku mencintai hidupku, Rasulku Muhammad SAW, dan Penciptaku Allah swt. Yang aku tahu, sejak 1/4 abad -1 futur menyerangku, bersemayam dalam tubuh, pikiran, bahkan hati ini.

Aku ingin, paling tidak kembali seperti di saat-saat dimana aku dengan kerelaan hati dan semangat yang tinggi bangun ditengah malam untuk bercengkrama dengan-Nya. Aku takut... aku takut... aku takut kalau kalau, dialah penyebabku futur. Saat aku belum benar-benar mengenalnya, saat aku belum benar-benar mencintainya, semangatku cukup tinggi. Tapi, setelah aku mengenalnya dan mencintainya lalu kemudian ia pergi dariku, saat itu juga semangatku pergi. Cinta... haruskah ku sebut ini cinta nafsu? Saat aku belum mengenal cinta nafsu, saat aku belum benar benar mencintai cinta nafsu, aku rindu saat-saat itu. Sekarang, ketika cinta nafsu itu pergi dariku meninggalkan luka yang aku sendiri tak tahu sudah sembuhkah luka itu, cinta nafsu itu juga membawa pergi semangatku.

Aku sungguh takut, 1/4 abad + 1 telah kulewati, entah berapa langkah lagi aku bisa sampai pada batu nisanku. Yang aku tahu, batu nisan itu semakin dekat hanya saja aku tak tahu kapan. Sementara, tahunya aku tidak mau tahu akan tahuku. Seperti bebal mencandaiku, aku pun tak peduli dengan nisan yang siap menyambut kedatanganku. Aku sibuk... yah sibuk dengan membuang-buang kesempatan yang diberikan-Nya untuk hidupku. Seorang teman berkata kepadaku, "kita ini memang orang-orang yang merugi. Hitunglah berapa jam waktu yang kita gunakan untuk membangun potensi diri kita sebagai khalifah di bumi ini? Tidak ada. 0 jam.

Sholat kita... apakah ada kemajuan dengan kualitas sholat kita seiring dengan terbuka lebarnya pintu nisan yang siap menyambut kita dengan atau tanpa bekal? Satu hari satu malam 24 jam. Berapa lama kita sholat dan menyempurnakan sholat kita? Berapa lama kita bercengkrama dengan Pencipta kita? Berapa lama kita membuka catatan catatan Kalamullaah? Berapa lembar yang terbaca oleh kita dalam sehari? Berapa lembar intisari yang bisa kita cerna? Berapa lembar intisari yang bisa kita aplikasikan?

Seberapa besar diriku mencintai Tuhanku? Seberapa besar diriku mencintai Rosulku Muhammad SAW? Seberapa besar diriku mencintai ibu dan ayahku? Seberapa besar aku mencintai saudara-saudaraku? Bekal apa yang telah ku bawa ya Allah? Aku benar-benar merasa hampa di hidupku yang 1/4 abad + 1... Astaghfirullaah...

Jumat, 21 November 2008

Review PICO DJM NS -011 setelah 2 bulan pemakaian

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Dengan alasan kekurangan dana dan ingin sesuatu yang baru, akhirnya kuputuskan untuk nekat *kredit* PICO DJM NS-011. Awalnya tertarik dengan Acer Aspire One, karena bagaimanapun aku memilih Axio, aku lebih percaya kualitas Acer lebih baik dari Axio. Tapi keputusan jatuh Axio Pico adalah karena *upgradeable* ram yang ditawarkan. *Glegh*.
Kesan menggunakan PICO, *Kecewa* dengan beberapa hal diantaranya daya tangkap adapter wifi yang lemah, sering disconnectnya wifi dengan jaringan terlebih jika aku menjalankan winamp. Crash??? Entahlah. Kekecewaan bertambah manakala umur daya listrik yang ditampung batere - disitus resmi bisa tahan sampe 8 jam - kenyataan yang kudapat hanya sampe 2 jam 40 menit, sekarang setelah 2 bulan fullbat hanya bertahan 1 jam 32 menit. Mudah-mudahan saja setelah setahun *lewat masa garansi* baterenya masih bertahan lama, tidak drop seperti laptop-laptop Axio milik temanku.

Kamis, 13 Maret 2008

Rindu Illaahi ~ Dawai Hati

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Rindu hatiku padaMu Robbi
Ingin ku berjumpa denganMu
Apakah amal dan nista diri
Belenggu bertemu denganMu
Adakah rindu dekat denganMu
Penentram batin jiwaku

Rindu hatiku Tuhan padaMu Robbi
Inginku berjumpa denganMu
Apakah amal dan nista diri
Belenggu bertemu denganMu
Adakah rindu dekat denganMu
Penentram batin jiwaku

Rindu rindu rindu pada Illaahi
Rindu hati ini padaMu Robbi
Tiadalah yang dapat menandingi
Segala puja kuasaMu Robbi

Ampunkan segala dosa dan nista
Yang tersembunyi atau yang nyata
Pada siapa lagi kami meminta
Selain Engkau yang kuasa

Ubahlah nista jadi mulia
Ubahlah dosa jadi maghfiroh
Lindungi hamba dari segala
Berkata dusta dan nista

Rabu, 05 Maret 2008

Jika Demikian Engkaulah Orangnya

“Untuk zaman yang menjadi saksi nafsu manusia meneteskan liurnya
saat menatap kursi-kursi kekuasaan, yang kelak akan ia Pertanggungjawabkan… “

Damaskus pada malam-malamnya yang dingin…

Sudah beberapa malam ini, Umar ibn Abdil Aziz, sang khalifah itu gelisah di pembaringannya. Matanya selalu saja sulit ia pejamkan. Dan malam itu agaknya menjadi puncak dari segala kegelisahannya. Bukankah waktunya semakin dekat, dan bagaimana pun juga ia harus menjatuhkan pilihan. Di hadapannya kini telah telah jelas dua sosok itu. Sudah pasti pula bahwa pilihannya tidak akan keluar dari kedua orang itu. Namun justru disitulah puncak kesulitan yang sesungguh¬nya. Memilih satu dari dua orang. Dan persoalannya keduanya adalah yang terbaik. Dalam soal kefaqihan, keteguhan pada yang haq, pemikiran yang cemerlang dan pandangan yang tidak hanya dalam tapi juga jauh ke depan; dua pria inilah yang terbaik…

Lanjut selengkapnya

Minggu, 02 Maret 2008

Belahan Jiwa ~ DOT

Bismillahirrahmanirrahim

Lembut belaian kasihmu takkan terganti
Tak ada yang bisa sepertimu
Aku disini sendiri berteman sepi
Terpisah jarak kau dan aku
Hanya bayangmu yg menemani

Kaulah belahan jiwaku
Kaulah curahan hatiku
Kaulah cahaya hidupku
Kaulah segalanya

Rasa itu mungkin akan hadir kembali
Bila kau ada disini
Temanilah aku lagi

Kaulah belahan jiwaku
Kaulah curahan hatiku
Kaulah cahaya hidupku
Kaulah segalanya

Takkan pernah terganti
Tak ada yang bisa sepertimu

Kaulah belahan jiwaku
Kaulah curahan hatiku
Kaulah cahaya hidupku
Kaulah segalanya

Kaulah belahan jiwaku
Kaulah curahan hatiku
Kaulah cahaya hidupku
Dan kaulah segalanya

Senin, 11 Februari 2008

Jangan Hantui Diriku....!!!!!!!!!


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Tadinya Angga mau nulis tentang sistem antrian yang aneh di salah satu klinik spesialis yang ada di Pontianak. Mau marah-marah ceritanya. Tapi, niat itupun berubah haluan seiring dengan mengalirnya pengaduan seseorang yang mengingatkan Angga tentang memori yang ingin Angga kubur tapi ternyata memori itu melekat dalam alam bawah sadar Angga.

Diumur Angga yang 4 bulan lagi akan 25 tahun Insya Alloh… ternyata masih ada seorang laki-laki yang menunjukkan keperkasaannya kepada wanita dengan kekerasan. Lebih menyedihkan lagi, wanita itu sedang mengandung anaknya. Walhasil, wanita itu pun keguguran. Angga jadi teringat akan kenangan masa kecil yang masih terekam jelas di otak Angga. Sangat jelas terbayang dalam ingatan bagaimana seorang ibu yang sedang hamil dicampakkan keluar rumah oleh suaminya sehingga ibu itu pun terjatuh dari tangga. Setelah terjatuh, si ibu masih lagi dikasari secara fisik oleh suaminya. Kejadian ini tidak hanya Angga yang menyaksikan, tapi seluruh tetangga dekat yang lainnya juga ikut menyaksikan. Alhamdulillah ada seorang tetangga yang dengan beraninya melerai dan menahan si Bapak untuk tidak menyiksa istrinya lagi. Kalau tidak, mungkin si ibu dan anak yang dikandungnya tidak akan selamat.

Yachh, KDRT memang kerap kali singgah dipangkuan ibu tersebut. Ironisnya, meski KDRT itu terekspos keluar, meski banyak saksi mata yang melihat — tapi tak seorangpun yang peduli. Mereka hanya bisa iba dan kasihan terhadap si ibu. Iba, kasihan kepada si ibu? Bagi Angga itu bukan suatu kepedulian tapi suatu bentuk KAKI TANGAN KDRT. Angga jadi sering bertanya-tanya, kemana keluarga si ibu? kemana Bapaknya yang menikahkan ia? Kemana abangnya? Kemana adiknya? Padahal setahu Angga si ibu berasal dari keluarga besar militer. Bapaknya perwira AD, Abangnya perwira AD, adiknya Bintara Kepolisian, lalu kemana larinya mereka? Sepertinya KDRT yang menimpa anak dan saudara mereka merupakan suatu tembakan peluru, yang harus dihindari kalau perlu bersembunyi.

Seperti itukah sikap lelaki perkasa. Pangkat boleh tinggi tapi ternyata tak bernyali untuk membela darah daging sendiri. Atau si suami — yang hanya berani dengan wanita lemah yang sedang hamil. Tapi, Alhamdulillah untuk kasus yang baru terjadi, ada pembelaan dari keluarga si istri. Si Abang tak terima adiknya diperlakukan seperti itu. Karena suami tidak mau bertanggung jawab dengan gugurnya kandungan si istri, si abang istri berniat melaporkan ke Polisi. Wah, padahal si Abang bukan perwira loh… Ini baru bernyali.

Baru-baru ini, Angga juga dikejutkan dengan meninggalnya seorang adik dari teman SD Angga. Beliau meninggal muda — masih kuliah tingkat 1. Yang menyedihkan adalah diagnosa meninggalnya karena depresi masalah keluarga. Entahlah, Angga jadi semakin bingung apa yang ada dibenak para ibu. Mempertahankan sesuatu yang “aneh” tapi “keanehan” itu dibiarkan terus berlarut, disaksikan anak-anak. Angga tahu, si ibu mempertahankan diri menjadi “tumbal” demi anak-anak agar mereka tidak terlantar. Tapi, apakah mereka sadar aksi “bunuh diri” secara perlahan yang mereka lakukan, tidak hanya membunuh “karakter” mereka, tapi juga membunuh karakter anak-anak mereka. Ketakutan adalah satu hal yang Angga yakin benar tertanam dalam alam bawah sadar dari anak-anak mereka. Meski mereka tidak mengakui, tapi hal itu tampak dari tingkah laku mereka setelah dewasa, tampak dari bagaimana cara mereka menjalani hidup.

Anak-anak itu, mereka — ingin sekali Angga membantu mereka tapi Angga tidak tahu bagaimana caranya. Dari sorot mata mereka Angga bisa lihat kepedihan. Meski hari-hari mereka dipenuhi dengan candaan, tapi ada sesuatu yang Angga lihat dari sorot mata mereka. Sesuatu yang akan menjadi bom waktu — yang akan meledak jika alam bawah sadar mereka tak sanggup lagi untuk menahannya. Dan beberapa waktu yang lalu, apa yang Angga perkirakan terjadi. Ketakutan yang terpendam dalam alam bawah sadar — ketakutan yang tidak mereka sadari — akhirnya keluar. Tapi, sekali lagi… ini tidak keluar semuanya. Karena sepengamatan Angga sampai sekarang, sepertinya mereka masih menyimpan beban. Entah mereka sadar atau tidak — Angga juga tidak tahu.

Hahhhh, entahlah, entahlah, entahlah. Sepertinya apa yang terjadi pada mereka juga berdampak pada Angga. Bisa dikatakan sebenarnya Angga takut dengan sparing partner kaum hawa. Memang, teman-teman Angga kebanyakan laki-laki. Mengapa begitu? Karena “diposisikan sebagai teman” Angga 100% banget percaya pada mereka. Tapi untuk hal lain, reflek Angga ga percaya. REFLEK — yachh reflek. Angga juga bingung kenapa. Sudah ada beberapa yang awalnya adalah teman — berusaha untuk mendekati — merubah kedudukan dari posisi teman menjadi posisi ” “, secara ga sadar Angga ambil langkah kaki seribu. Mulai dari menjauh, cuek, ga peduli, dll. Capek juga sih… Udah berusaha untuk mengobati penyakit satu ini… dduh belum berhasil juga. Sampai-sampai Angga disuruh ke Psikiater sama Mamak… Yachhh…. wajar sih. Seorang ibu mencemaskan anaknya… Mudah-mudahan aja bisa “sembuh”. Bagaimanapun juga, Angga masih waras gitu loh :-D (sambil ngelirik bilop)… Wkwkwkwkw……

Wahai lelaki, tunjukkan keperkasaan sejatimu,
Apa yang kalian lakukan terhadap kaumku,
Sebenarnya adalah bukti nyata kalau kalian hanyalah seorang pengecut,
Buktikan pada saudara perempuanmu kalau kalian bukan pengecut,
Buktikan pada ibumu kalau kalian bukan pengecut,
Buktikan pada anak perempuanmu kalau kalian bukan pengecut,
Dan buktikan pada istrimu kalau kalian bukan pengecut.

Done.

Jumat, 01 Februari 2008

'Aasyiqun


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Pernah dengar kata 'aasyiqun. Angga juga belum pernah dengar sebelumnya. Setidaknya sebelum Angga mencari arabnya kekasih. Angga dapatkan 'aasyiqun yang diartikan sebagai kekasih.

Kemudian dengan kata 'aasyiqun, Angga membuat ID Yahoo baru yaitu aasyiqun.angga. ID ini Angga pakai untuk chat dengan seorang teman yang ngerti bahasa Arab. Seketika itu dia ngetawain Angga. "Lagi dimabuk cinta Mah?" Gitu pertanyaannya. Lalu Angga pun heran dan bertanya mengapa dia berpikir kalau Angga lagi dimabuk cinta. Aasyiqun itu kosakata yang digunakan untuk orang yang lagi dimabuk cinta. Seperti itulah dia menjelaskan. Apa benar saat itu Angga sedang jatuh cinta? Entahlah, yang Angga tau saat mencari kata-kata kekasih dalam bentuk arabnya, hati Angga sedang terluka.

Dan kemarin seseorang memasang status "I'm losing U"...
Dasar Angga geblek, sukenye ganggu anak orang. Yachh Angga gangguin, lalu mengalirlah cerita tentang definisi cinta, apa itu cinta. Apa yachh cinta???? Yang jelas karena cintalah manusia tidak saling bunuh. Kalau ada manusia yang mengaku membunuh karena cinta, itu adalah penyakit. Karena cinta seharusnya membuat seseorang bahagia, bukan menderita. Disaat orang-orang melihat kita menderita dengan perasaan cinta kita, belum tentu kita menderita.

Seperti Khalifah Umar Bin Abdul Aziz yang sangat mencintai Alloh, lapar, tinggal digubuk, baginya bukanlah penderitaan. Karena cintanya kepada Alloh, apa pun beliau lakukan untuk menyenangkan Alloh. Tapi bagi orang yang melihatnya itu adalah penderitaan.....

Seperti teman sekantor Angga yang lumayan ganteng, putih, cocok banget jadi model. Bahkan ada tawaran kedirinya untuk menjadi model. Tapi tawaran itu ditolaknya. Ia lebih mencintai pekerjaannya yang sekarang yaitu menjadi cleaning service. Dia tidak suka model, entah kenapa... Padahal penghasilannya lebih besar daripada menjadi CS -- Pekerjaan yang dimata sebagian orang adalah pekerjaan yang tidak bergengsi. Dengan beban mendadak yang harus dipikulnya yaitu mendadak jadi tulang punggung keluarga karena sang ayah telah tiada, orang-orang melihatnya dengan "kasihan" karena pekerjaannya sebagai CS yang penghasilannya tidak seberapa. Tapi siapa sangka dia sangat menikmati pekerjaan itu. Dia lakukan tanpa beban, karena apa??? Karena dia mencintai pekerjaannya.

Dari ngobrol via sms dengan teman, dia menulis "kalau perih bukan cinta tapi penyakit, kalau bise liat senyum di pagi hari , say hello di siang hari, dengar suare di malam hari keknye bahagialah"
So... what is love?

Sabtu, 19 Januari 2008

Seharusnya kau semakin kuat


Sepuluh, dua puluh, dua puluh lima tahun berlalu,
Bertahun-tahun melewati ujian hidup yang sama,
Ujian itu tetap sama, tiada yang berubah,
Tapi mengapa tidak membuatmu menjadi orang yang tegar dan sabar,
Tegar dan sabar karena Alloh,
Kuperhatikan,
Kau malah semakin takut dengan dunia fana ini,
Kau memang sabar,
Tapi kesabaranmu itu semua karena takut dengan dunia fana ini bukan karena Alloh,
Begitu sulitkah menyerahkan hidupmu pada Alloh,
Dulu kau memang sendirian,
Tapi sekarang ada aku,
Alloh mengirimku untuk menemanimu,
Tapi kau pun menolakku,
Kau terlanjur cinta dengan ketakutanmu,
Ketakutanmu terhadap dunia fana ini,
Hingga kau tak sadar telah menjadi budaknya,

Sadarkah kau,
Ketakutanmu itu telah menular kepada orang-orang yang kau cintai,
Bukankah karena mereka kau rela menjadi seperti ini,
Jika karena mereka,
Mengapa kau tega menularkan penyakit itu kepada mereka,
Tidakkah kau cinta pada mereka,

Mengapa kau membiarkan dirimu menjadi bagian
dari sebuah rangkaian kalimat filsafat
“Bukan berat beban yang membuat orang menjadi gila,
tapi lama beban yang membuat orang yang menjadi gila”

Kau umat Muhammad SAW bukan?,
Kalau begitu, harusnya kau bisa patahkan filsafat itu,
Umat Muhammad SAW tidak akan terpuruk dalam kemalangan selama itu,
Umat Muhammad SAW tidak akan takut pada dunia fana ini,
Umat Muhammad SAW hanya takut pada satu,
Dia lah Alloh, Alloh Yangmaha Besar

Kembalilah pada Alloh,
Serahkanlah dirimu pada Alloh,
Pasrahkanlah dirimu pada Dzat yang menciptakanmu sebaik-baiknya penciptaan,
Percayalah pada-Nya,
Percayalah pada-Nya,
Percayalah pada-Nya,
Bahwa kau tidak sendirian,

Kau menolakku karena aku manusia sama sepertimu,
Tapi kau tidak boleh menolak-Nya,
Karena Dialah satu-satunya tempatmu untuk mengadu,
Ketika dimana semua orang tidak mau mendengarkan keluh kesahmu,
Ketika semua orang menghardikmu hingga menusuk hatimu,
Dialah satu-satunya yang akan mendekapmu dalam kehangatan,

Saat semua orang terlelap tidur,
Dia setia mendengarkan tangismu,
Saat semua orang terlelap tidur,
Dia pandangi wajahmu yang lelah dengan tersenyum,
Sampai kau berlalu kembali kedunia fana Dia tak kan berhenti memandangi wajahmu dengan keteduhan-Nya,
Bahkan ketika kau kembali ke dunia fana,
Dia tak kan melepaskanmu berjalan sendirian,
Dia tetap akan menjagamu,
Maka serahkanlah dirimu pada-Nya,
Serahkan seluruh hidupmu pada-Nya,
Dan tentramlah dalam dekapan-Nya.