Minggu, 28 Juni 2009

1/4 abad + 1

Bismillaahirrahmaanirrahiim

28 Juni 2009, 1/4 abad + 1, ternyata sudah sampai dititik ini perjalanan hidupku. Entah apa yang telah kuperbuat untuk diriku, ibuku, ayahku, saudara-saudaraku, keluargaku, teman-temanku. Untuk Sang Rahmatan lil'alamin, dan Tuhanku. Aku tidak tahu seberapa majunya aku mencintai hidupku, Rasulku Muhammad SAW, dan Penciptaku Allah swt. Yang aku tahu, sejak 1/4 abad -1 futur menyerangku, bersemayam dalam tubuh, pikiran, bahkan hati ini.

Aku ingin, paling tidak kembali seperti di saat-saat dimana aku dengan kerelaan hati dan semangat yang tinggi bangun ditengah malam untuk bercengkrama dengan-Nya. Aku takut... aku takut... aku takut kalau kalau, dialah penyebabku futur. Saat aku belum benar-benar mengenalnya, saat aku belum benar-benar mencintainya, semangatku cukup tinggi. Tapi, setelah aku mengenalnya dan mencintainya lalu kemudian ia pergi dariku, saat itu juga semangatku pergi. Cinta... haruskah ku sebut ini cinta nafsu? Saat aku belum mengenal cinta nafsu, saat aku belum benar benar mencintai cinta nafsu, aku rindu saat-saat itu. Sekarang, ketika cinta nafsu itu pergi dariku meninggalkan luka yang aku sendiri tak tahu sudah sembuhkah luka itu, cinta nafsu itu juga membawa pergi semangatku.

Aku sungguh takut, 1/4 abad + 1 telah kulewati, entah berapa langkah lagi aku bisa sampai pada batu nisanku. Yang aku tahu, batu nisan itu semakin dekat hanya saja aku tak tahu kapan. Sementara, tahunya aku tidak mau tahu akan tahuku. Seperti bebal mencandaiku, aku pun tak peduli dengan nisan yang siap menyambut kedatanganku. Aku sibuk... yah sibuk dengan membuang-buang kesempatan yang diberikan-Nya untuk hidupku. Seorang teman berkata kepadaku, "kita ini memang orang-orang yang merugi. Hitunglah berapa jam waktu yang kita gunakan untuk membangun potensi diri kita sebagai khalifah di bumi ini? Tidak ada. 0 jam.

Sholat kita... apakah ada kemajuan dengan kualitas sholat kita seiring dengan terbuka lebarnya pintu nisan yang siap menyambut kita dengan atau tanpa bekal? Satu hari satu malam 24 jam. Berapa lama kita sholat dan menyempurnakan sholat kita? Berapa lama kita bercengkrama dengan Pencipta kita? Berapa lama kita membuka catatan catatan Kalamullaah? Berapa lembar yang terbaca oleh kita dalam sehari? Berapa lembar intisari yang bisa kita cerna? Berapa lembar intisari yang bisa kita aplikasikan?

Seberapa besar diriku mencintai Tuhanku? Seberapa besar diriku mencintai Rosulku Muhammad SAW? Seberapa besar diriku mencintai ibu dan ayahku? Seberapa besar aku mencintai saudara-saudaraku? Bekal apa yang telah ku bawa ya Allah? Aku benar-benar merasa hampa di hidupku yang 1/4 abad + 1... Astaghfirullaah...

Rabu, 24 Juni 2009

Menggunakan tinta infus dengan benar

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Setelah botol infus tinta terpasang, penting untuk memperhatikan dan memahami dengan baik hal-hal berikut agar infus dapat berfungsi dengan baik.

  1. Posisi botol harus sejajar dengan kaki printer, tidak boleh lebih tinggi atau lebih rendah dari kaki printer.
  2. Pada saat printer akan dipakai, buka tutup karet botol kecil yang terdapat dibagian atas botol infus. Dan tutup kembali jika sudah selesai.
  3. Pengisian tinta pada botol infus melalui tutup karet besar dengan cara botol infus dibaringkan.
  4. Jika tinta hitam atau warna tidak keluar/ bergaris, gunakan fasilitas cleaning yang terdapat pada software