Bismillaahirrahmaanirrahiim
Rindu hatiku padaMu Robbi
Ingin ku berjumpa denganMu
Apakah amal dan nista diri
Belenggu bertemu denganMu
Adakah rindu dekat denganMu
Penentram batin jiwaku
Rindu hatiku Tuhan padaMu Robbi
Inginku berjumpa denganMu
Apakah amal dan nista diri
Belenggu bertemu denganMu
Adakah rindu dekat denganMu
Penentram batin jiwaku
Rindu rindu rindu pada Illaahi
Rindu hati ini padaMu Robbi
Tiadalah yang dapat menandingi
Segala puja kuasaMu Robbi
Ampunkan segala dosa dan nista
Yang tersembunyi atau yang nyata
Pada siapa lagi kami meminta
Selain Engkau yang kuasa
Ubahlah nista jadi mulia
Ubahlah dosa jadi maghfiroh
Lindungi hamba dari segala
Berkata dusta dan nista
Ketikan seorang perempuan yang terlahir di kota Khatulistiwa tentang informatika komputer dan kesehatan serta sedikit curahan hati
Kamis, 13 Maret 2008
Rabu, 05 Maret 2008
Jika Demikian Engkaulah Orangnya
“Untuk zaman yang menjadi saksi nafsu manusia meneteskan liurnya
saat menatap kursi-kursi kekuasaan, yang kelak akan ia Pertanggungjawabkan… “
Damaskus pada malam-malamnya yang dingin…
Sudah beberapa malam ini, Umar ibn Abdil Aziz, sang khalifah itu gelisah di pembaringannya. Matanya selalu saja sulit ia pejamkan. Dan malam itu agaknya menjadi puncak dari segala kegelisahannya. Bukankah waktunya semakin dekat, dan bagaimana pun juga ia harus menjatuhkan pilihan. Di hadapannya kini telah telah jelas dua sosok itu. Sudah pasti pula bahwa pilihannya tidak akan keluar dari kedua orang itu. Namun justru disitulah puncak kesulitan yang sesungguh¬nya. Memilih satu dari dua orang. Dan persoalannya keduanya adalah yang terbaik. Dalam soal kefaqihan, keteguhan pada yang haq, pemikiran yang cemerlang dan pandangan yang tidak hanya dalam tapi juga jauh ke depan; dua pria inilah yang terbaik…
Lanjut selengkapnya
saat menatap kursi-kursi kekuasaan, yang kelak akan ia Pertanggungjawabkan… “
Damaskus pada malam-malamnya yang dingin…
Sudah beberapa malam ini, Umar ibn Abdil Aziz, sang khalifah itu gelisah di pembaringannya. Matanya selalu saja sulit ia pejamkan. Dan malam itu agaknya menjadi puncak dari segala kegelisahannya. Bukankah waktunya semakin dekat, dan bagaimana pun juga ia harus menjatuhkan pilihan. Di hadapannya kini telah telah jelas dua sosok itu. Sudah pasti pula bahwa pilihannya tidak akan keluar dari kedua orang itu. Namun justru disitulah puncak kesulitan yang sesungguh¬nya. Memilih satu dari dua orang. Dan persoalannya keduanya adalah yang terbaik. Dalam soal kefaqihan, keteguhan pada yang haq, pemikiran yang cemerlang dan pandangan yang tidak hanya dalam tapi juga jauh ke depan; dua pria inilah yang terbaik…
Lanjut selengkapnya
Senin, 03 Maret 2008
Minggu, 02 Maret 2008
Belahan Jiwa ~ DOT
Bismillahirrahmanirrahim
Lembut belaian kasihmu takkan terganti
Tak ada yang bisa sepertimu
Aku disini sendiri berteman sepi
Terpisah jarak kau dan aku
Hanya bayangmu yg menemani
Kaulah belahan jiwaku
Kaulah curahan hatiku
Kaulah cahaya hidupku
Kaulah segalanya
Rasa itu mungkin akan hadir kembali
Bila kau ada disini
Temanilah aku lagi
Kaulah belahan jiwaku
Kaulah curahan hatiku
Kaulah cahaya hidupku
Kaulah segalanya
Takkan pernah terganti
Tak ada yang bisa sepertimu
Kaulah belahan jiwaku
Kaulah curahan hatiku
Kaulah cahaya hidupku
Kaulah segalanya
Kaulah belahan jiwaku
Kaulah curahan hatiku
Kaulah cahaya hidupku
Dan kaulah segalanya
Lembut belaian kasihmu takkan terganti
Tak ada yang bisa sepertimu
Aku disini sendiri berteman sepi
Terpisah jarak kau dan aku
Hanya bayangmu yg menemani
Kaulah belahan jiwaku
Kaulah curahan hatiku
Kaulah cahaya hidupku
Kaulah segalanya
Rasa itu mungkin akan hadir kembali
Bila kau ada disini
Temanilah aku lagi
Kaulah belahan jiwaku
Kaulah curahan hatiku
Kaulah cahaya hidupku
Kaulah segalanya
Takkan pernah terganti
Tak ada yang bisa sepertimu
Kaulah belahan jiwaku
Kaulah curahan hatiku
Kaulah cahaya hidupku
Kaulah segalanya
Kaulah belahan jiwaku
Kaulah curahan hatiku
Kaulah cahaya hidupku
Dan kaulah segalanya
Langganan:
Postingan (Atom)